radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

October 08, 2011

Laporan Daya hantar Larutan Elektrolit


Laporan Daya hantar Larutan Elektrolit 

dari http://muhammadqoyum.blogspot.com/
DAYA HANTAR LARUTAN ELEKTOLIT


TUJUAN
Memahami proses hantaran listrik dalam larutan.
Menentukan daya hantar listrik larutan elektrolit.



DASAR TEORI
Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik atau zat yang di dalam larutanya akan terdisosiasi atau akan terurai menjadi ion-ionnya yang menyebabkan kemampuannya untuk menghantarkan listrik. Ditinjau dari kesetimbangan peruraiannya atau derajat disosiasinya, elektrolit dibagi menjadi :
Elektrolit kuat, yaitu zat yang dalam larutannya terdisosiasi sempurna atau sebagian besar menjadi ion-ion. Zat ini sangat mudah terionisasi dalam larutan, dengan derajat ionisasi 1 atau mndekati 1.Misalnya garam-garam alkali, asam kuat dan basa kuat.
Elektrolit lemah, yaitu zat yang dalam larutannya hanya sebagian kecil terdisosiasi menjadi ion-ion. Zat ini sukar terionisasi, derajat ionisasinya ,mendekati 0. Misalnya sebagian kecil garam-garam, asam lemah dan basa lemah.
Disamping dua kelompok itu, ada juga senyawa yang larutanya dalam air tidak dapat menghantarkan listrik, yang disebut larutan nonelektrolit.
Jika sepasang elektroda dicelupkan ke dalam larutan elektrolit dan dialiri dengan sumber arus searah, maka ada kemungkinan arus yang mula-mula besar menjadi mengecil, ini terjadi karena kemungkinan terjadi peristiwa elektrolisis yang menyebabkan timbulnya lapisan di permukaan elektoda. Hal ini menyebabkan daya hantarnya menjadi berkurang. Oleh karena itu, untuk mencegah hal diatas, dalam mempelajari daya hantar listrik larutan elektrolit digunakan arus bolak-balik.
Jika dalam larutan elektrolit dihubungkan tegangan melalui kedua elektroda, maka akan timbul medan listrik antara kedua elektroda tersebut, akibatnya ion positif akan bergerak menuju elektroda negatif (anoda) untuk mengambil elektron dari elektroda ini (oksidasi), sedangkan ion negatif akan bergerak menuju elektroda positif (katoda) untuk menyerahkan elektron pada elektroda ini (reduksi). Ini berarti dalam larutan elektrolit ini terjadi penghantaran muatan dari elektroda yang satu menuju elektroda yang lain dengan jalan diangkut oleh ion-ion.
Arus listrik dapat ditafsirkan sebagai arus elektron yang membawa muatan negatif melalui suatu penghantar. Perpindahan muatan ini dapat terjadi bila ada beda potensial tegangan diantara kedua elektroda/ Arus listrik akan mengalir dari elektroda yang berpotensial tinggi menuju ke elektroda yang berpotensial rendah. Jika suatu elektroda yang dialiri listrik dengan potensial sama, maka arus yang dihasilkan tergantung pada besarya tahanan. Makin besar tahanan, semakin kecil arus yang dihasilkan. Dalam larutan elektrolit, tahanan tergantung pada jenis elektrolit dan konsentrasi.
Aliran listrik dalam suatau larutan elektrolit akan memenuhi hokum Ohm, yang menyatakan bahwa; “besarnya arus listrik (I Ampere) yang mengalir melalui larutan sama dengan perbedaan potensial (V Volt) dibagi dengan tahanan (R Ohm). Secara matematika hokum Ohm dapat ditulis :
I = V/R
Tahanan suatu larutan bergantung pada dimensi larutan lainya berdasarkan rumus :
R = ρ l/A
Dimana :
ρ = tahanan spesifik atau resistivitas, Ohm.cm
l = panjang, cm
A = luas penampang, cm2
Untuk suatu larutan yang tertentu dengan panjang dan luas penampang efektinya tertentu, harga z e n ( u+ + u- ) adalah tetap. Harga yang tetap ini dinamakan daya hantar elektrolit.
A/( l) z e n ( u+ + u- ) = 1/R = L
Dimana : R = Hambatan
L = Daya Hantar
ALAT DAN BAHAN
Multimeter
Elektroda Cu
Elektroda Au
Kabel dengan penjepit buaya
Adaptor
Gelas percobaan
Larutan asam asetat
Gelas ukur
Mistar
Stopwatch
Termometer
Batang besi
Sumber listrik.



LANGKAH KERJA
100 mL larutan asam asetat dimasukkan ke dalam gelas percobaan.
Dua elektroda Cu berfungsi sebagai katoda dan anoda dikaitkan pada batang besi, dipasang melintang diatas gelas percobaan.
Kedua elektroda yang telah terpasang diatur sampai tercelup ke dalam larutan asam asetat.
Jarak antara kedua elektroda diatur sejauh 1 cm.
Adaptor dihubungkan dengan sumber listrik.
Elektroda positif dihubungkan langsung dengan adaptor, elektroda negatif dihubungkan dengan multimeter (ampermeter) yang telah dihubungkan juga dengan adaptor.
Termometer dimasukkan ke dalam gelas percobaan, suhu awal larutan asam asetat dicatat.
Adaptor dinyalakan, tegangan (awal) keluaran adaptor diukur dengan multimeter (voltmeter), hasil tegangan keluaran dicatat.
Setiap 1 menit dicatat suhu larutan, arus listrik dan perubahan yang terjadi pada larutan. 
Langkah percobaan no 1-9 diulangi, namun dengan jarak antara kedua elektroda 2 cm dan 3 cm.
Langkah percobaan no 1-10 diulangi lagi, namun untuk elektroda positif memakai elektroda Au dan elektroda negatif memakai elektroda Au.




DATA PERCOBAAN
Percobaan I
Elektroda (+) = Cu
Elektroda (-) = Cu
Jarak elektroda = 1 cm
Tegangan awal = 8,4 V
Menit Ke- Arus Suhu
1 0,06 A 29 ⁰ C
2 0,06 A 29 ⁰ C
3 0,06 A 29 ⁰ C
4 0,06 A 29 ⁰ C
5 0,06 A 29 ⁰ C



Percobaan II
Elektroda (+) = Cu
Elektroda (-) = Cu
Jarak elektroda = 2 cm
Tegangan awal = 8,4 V
Menit Ke- Arus Suhu
1 0,03 A 29 ⁰ C
2 0,03 A 29 ⁰ C
3 0,03 A 29 ⁰ C
4 0,03 A 29 ⁰ C
5 0,03 A 29 ⁰ C



Catatan : terbentuk gelembung-gelembung.
Percobaan III
Elektroda (+) = Cu
Elektroda (-) = Cu
Jarak elektroda = 3 cm
Tegangan awal = 8,4 V
Menit Ke- Arus Suhu
1 0,02 A 29,5 ⁰ C
2 0,02 A 29,5 ⁰ C
3 0,02 A 29,5 ⁰ C
4 0,02 A 29,5 ⁰ C
5 0,02 A 29,5 ⁰ C



Percobaan IV
Elektroda (+) = Cu
Elektroda (-) = Au
Jarak elektroda = 1 cm
Tegangan awal = 8,4 V
Menit Ke- Arus Suhu
1 0,02 A 29 ⁰ C
2 0,03 A 29 ⁰ C
3 0,03 A 29 ⁰ C
4 0,02 A 29 ⁰ C
5 0,02 A 29 ⁰ C



Catatan : - banyak gelembung-gelembung pada elektroda Au.
tidak ada gelembung-gelembung pada elektroda Cu.



Percobaan V
Elektroda (+) = Cu
Elektroda (-) = Au
Jarak elektroda = 2 cm
Tegangan awal = 8,4 V
Menit Ke- Arus Suhu
1 0,01 A 29 ⁰ C
2 0,01 A 29 ⁰ C
3 0,01 A 29 ⁰ C
4 0,01 A 29 ⁰ C
5 0,01 A 29 ⁰ C



Catatan : banyak gelembung-gelembung pada elektroda Au.



Percobaan VI
Elektroda (+) = Cu
Elektroda (-) = Au
Jarak elektroda = 3 cm
Tegangan awal = 8,4 V
Menit Ke- Arus Suhu
1 0,01 A 29 ⁰ C
2 0,01 A 29 ⁰ C
3 0,01 A 29 ⁰ C
4 0,01 A 29 ⁰ C
5 0,01 A 29 ⁰ C



Catatan : gelembung-gelembung sedikit.
PERHITUNGAN
Percobaan I
Tegangan awal ( V ) = 8,4 V
Arus listrik rata-rata ( I ) = (0,06 A+0,06 A+0,06 A+0,06 A+0,06 A)/5
I = 0,06 A
Hambatan rata-rata ( R ) = V/I
R = (8,4 v)/(0,06 A)
R = 140 Ω
Maka : Daya hantar ( L1 ) = 1/R
L1 = 1/(140 Ω)
L1 = 0,00714 Ω-1
Percobaan II
Tegangan awal ( V ) = 8,4 V
Arus listrik rata-rata ( I ) = (0,03 A+0,03 A+0,03 A+0,03 A+0,03 A)/5
I = 0,03 A
Hambatan rata-rata ( R ) = V/I
R = (8,4 v)/(0,03 A)
R = 280 Ω
Maka : Daya hantar ( L2 ) = 1/R
L2 = 1/(280 Ω)
L2 = 0,00357 Ω-1
Percobaan III
Tegangan awal ( V ) = 8,4 V
Arus listrik rata-rata ( I ) = (0,02 A+0,02 A+0,02 A+0,02 A+0,02 A)/5
I = 0,02 A
Hambatan rata-rata ( R ) = V/I
R = (8,4 v)/(0,02 A)
R = 420 Ω
Maka : Daya hantar ( L3 ) = 1/R
L3 = 1/(420 Ω)
L3 = 0,00238 Ω-1
Percobaan IV
Tegangan awal ( V ) = 8,4 V
Arus listrik rata-rata ( I ) = (0,02 A+0,03 A+0,03 A+0,02 A+0,02 A)/5
I = 0,06 A
Hambatan rata-rata ( R ) = V/I
R = (8,4 v)/(0,024 A)
R = 350 Ω
Maka : Daya hantar ( L4 ) = 1/R
L4 = 1/(350 Ω)
L4 = 0,00285 Ω-1
Percobaan V
Tegangan awal ( V ) = 8,4 V
Arus listrik rata-rata ( I ) = (0,01 A+0,01 A+0,01 A+0,01 A+0,01 A)/5
I = 0,01 A
Hambatan rata-rata ( R ) = V/I
R = (8,4 v)/(0,01 A)
R = 840 Ω
Maka : Daya hantar ( L5 ) = 1/R
L5 = 1/(840 Ω)
L5 = 0,00119 Ω-1
Percobaaan VI
Tegangan awal ( V ) = 8,4 V
Arus listrik rata-rata ( I ) = (0,01 A+0,01 A+0,01 A+0,01 A+0,01 A)/5
I = 0,01 A
Hambatan rata-rata ( R ) = V/I
R = (8,4 v)/(0,01 A)
R = 840 Ω
Maka : Daya hantar ( L6 ) = 1/R
L6 = 1/(840 Ω)
L6 = 0,00119 Ω-1




PEMBAHASAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memahami proses hantaran listrik dalam larutan dan menentukan daya hantar larutan elektrolit khususnya larutan asam asetat.
Pada dasarnya proses hantaran listrik dalam larutan asam asetat terjadi karena adanya pergerakan ion dan perpindahan elektron. Pada katoda terjadi proses reduksi, dimana ion positif bergerak menuju elektroda negatif untuk mengambil elektron dari elektroda ini. Pada anoda terjadi proses oksidasi, dimana ion negatif bergerak manuju elektroda positif untuk menyerahkan elektron. Oleh karena itu, di dalam larutan asam asetat terjadi penghantaran muatan dari elektroda yang diangkut oleh ion-ion.




Dari data percobaan yang diperoleh, setelah memperoleh nilai tegangan keluaran dan arus listrik, maka besarnya hambatan elektrolit (R) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus R = v/I . Setelah nilai hambatan elektrolit (R) dipeoleh, besarnya daya hantar elektrolit (L) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus L = 1/R . Untuk Percobaan I, II dan III menggunakan larutan asam asetat 100 mL dengan kedua elektroda Cu. Pada percobaan I, jarak antara kedua elektroda adalah 1 cm, diperoleh hambatan (R1) sebesar 140 ��, sehingga besar daya hantar (L1) yaitu 0,00714 Ω-1. Pada percobaan II, jarak antara kedua elektroda adalah 2 cm, diperolaeh hambatan (R2) sebesar 280 �� , sehingga besar daya hantarnya (L2) yaitu 0,00257 Ω-1 dan pada elektroda Cu terbentuk gelembung-gelembung. Pada percobaan III, jarak antara kedua elektroda 3 cm, diperoleh hambatan (R4) sebesar 420 Ω, sehingga besar daya hantarnya (L3) yaitu 0,00257 Ω-1. Sedangkan untuk percobaan IV, V, VI, menggunakan larutan asam asetat 100 mL dengan elektroda Cu dan Ag. Pada percobaan IV, jarak kedua elektroda adalah 1 cm, diperoleh hambatan (R4) sebesar 350 Ω, sehingga besar daya hantarnya (L4) yaitu 0,00285 Ω-1 dan pada elektroda Au terbentuk banyak gelembung-gelembung sedangkan pada elektroda Cu tidak terbentuk gelembung-gelembung. Pada percobaan V, jarak kedua elektroda 2 cm, diperoleh hambatan (R5) sebesar 840 Ω, sehingga besar nilai daya hantarnya yaitu 0,00119 Ω-1 dan pada elektroda Au terbentuk gelembung-gelembung. Pada percobaan VI, jarak kedua elektroda 3 cm, diperoleh hambatan (R6) sebesar 840 Ω, sehingga besar nilai daya hantarnya (L6) yaitu 0,00119 Ω-1.
Dari data percobaan dapat diketahui bahwa besarnya hambatan untuk setiap jarak antara kedua elektroda yang berbeda. Bahwa, makin besar jarak antara kedua elektroda maka makin besar nilai hambatan elektrolitnya. Hal ini disebabkan karena semakin jauhnya jarak yang dilalui ion-ion untuk berpindah dari elektroda satu ke elektroda yang lain. Sedangkan untuk besar daya hantar elektrolit, semakin besar jarak antara kedua elektroda maka semakin kecil nilai daya hantar elektrolitnya. Hal ini disebabkan karena nilai daya hantar elektrolit berbanding terbalik dengan hambatannya, sehingga semakin pendek jarak yang dilalui ion-ion untuk berpindah dari elektroda satu ke elektroda yang lain.
Suhu juga mempengaruhi besarnya hambatan dan daya hantar elektrolit, semakin tinggi suhu larutan maka semakin kecil nilai hambatanya dan semakin besar nilai daya hantar elektrolitnya. Hal ini disebabkan karena pada saat suhu larutan tinggi maka ion-ion akan semakin aktif bergerak sehingga muatan listrik semakin cepat mengalir.



KESIMPULAN
Proses hantaran listrik dalam larutan terjadi karena adanya penghantaran muatan dari elektroda satu ke elektroda yang lain dengan jalan diangkat oleh ion-ion
Pada percobaan I, dengan mengunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara kedua elektroda Cu 1 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00714.
Pada percobaan II, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara kedua elektroda Cu 2 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00257.
Pada percobaan III, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara kedua elektroda Cu 3 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00238.
Pada percobaan IV, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara elektroda Cu dan Au yaitu 1 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00285.
Pada percobaan III, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara elektroda Cu dan Au yaitu 2 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00119.
Pada percobaan III, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara elektroda Cu dan Au yaitu 3 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00119.
Semakin besar jarak antara kedua elektroda maka semakin kecil nilai daya hantar elektrolitnya.



DAFTAR PUSTAKA
Abidin,Zaenal.2005.Petunjuk Praktikum Fisika Dasar.Yogyakarta:STTN-BATAN.
Bird,Tony.1987.Kimia Fisik Untuk Universitas.Jakarta:PT Gramedia.
Kundari,Anis.2006.Kimia Dasar.Yogyakarta:STTN-BATAN
Wood,Keenan.1992.Kimia Untuk Universitas.Jilid I.ed VI.Jakarta:Erlangga.

1 comment:

ireminisces said...

cant read the language but understand the experiment picture.