radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

September 22, 2011

ENZIM DALAM MAKANAN by Erasmus


A. Pendahuluan
Enzim adalah katalis biologis yang mengkatalisis berbagai reaksi biokimia. Amilase yang terdapat dalam saliva mengkatalisis pencernaan atau penguraian starch dalam mulut. Pepsin yang ditemukan dalam jus lambung mempromosikan pencernaan protein. Lipase yang ditemukan dalam hati mengkatalisis penguraian lemak. Ada ribuan enzim yang ditemukan pada bakteri, jamur, cendawan, tanaman, dan hewan. Bahkan setelah sebuah tanaman ditebang atau seekor hewan disembelih, kebanyakan enzim terus mempromosikan reaksi-reaksi kimia tertentu, dan kebanyakan makanan mengandung banyak enzim aktif. Enzim merupakan molekul-molekul protein besar yang seperti katalis lain hanya diperlukan dalam jumlah sedikit untuk menjadi efektif.
Enzim berfungsi dengan mengurangi energi aktivasi dari substrat tertentu. Enzim melakukan ini dengan terikat sementara ke substrat untuk membentuk sebuah kompleks enzim-substrat yang lebih tidak stabil dibanding substrat jika berdiri sendiri. Ini menyebabkan mudah bereaksi. Dengan demikian substrat tereksitasi ke tingkat energi lebih rendah dengan membentuk produk-produk reaksi yang baru. Selama berlangsungnya reaksi, enzim yang dilepaskan dalam keadaan tidak berubah. Pelepasan enzim yang tetap utuh sehingga bisa terus beraksi merupakan penyebab mengapa enzim tetap efektif meski dalam jumlah yang sangat kecil.
Reaksi-reaksi yang dikatalisis oleh beberapa enzim asal mikroba ditunjukkan pada Tabel 1. Beberapa sifat enzim yang penting bagi para ahli bidang pangan adalah sebagai berikut: (1) dalam buah dan sayuran yang masih berada pada pohonnya, enzim mengendalikan reaksi-reaksi yang terkait dengan pematangan; (2) setelah dipanen, selama tidak diperlakukan dengan panas, zat kimia, atau dengan cara-cara lain, enzim terus melanjutkan proses pematangan, pada banyak kasus sampai pada titik pembusukan – seperti buah melon lunak dan pisang yang terlewat masak; (3) karena enzim memasuki banyak reaksi biokimia dalam makanan, enzim-enzim ini mungkin bertanggung jawab untuk perubahan rasa, warna, tekstur, dan sifat-sifat gizi; (4) proses pemanasan dalam produksi makanan dirancang tidak hanya untuk menghancurkan mikroorganisme tetapi juga untuk menonaktifkan enzim-enzim makanan sehingga menambah stabilitas penyimpanan makanan; (5) ketika mikroorganisme ditambahkan ke dalam makanan untuk tujuan fermentasi, agen-agen penting adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme-mikroorganisme tersebut; dan (6) enzim-enzim juga bisa diekstrak dari material-material biologis dan dimurnikan sampai tingkat kemurnian tinggi. Preparasi enzim komersial seperti ini bisa ditambahkan ke dalam makanan untuk mengurai starch, melunakkan daging, menjernihkan anggur, mengkoagulasi protein susu, dan menghasilkan berbagai perubahan yang diinginkan lainnya.
Terkadang kita ingin membatasi tingkat aktivitas sebuah enzim yang ditambahkan tetapi tidak bisa dengan mudah menonaktifkan enzim tanpa mempengaruhi makanan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengimobilisasi enzim melalui perlekatan ke permukaan sebuah membran atau objek lembam (iner) lainnya yang bersentuhan dengan makanan yang sedang diolah. Dengan cara ini, waktu reaksi bisa diregulasi tanpa enzim menjadi bagian dari makanan. Enzim-enzim yang diimobilisasi seperti ini sekarang digunakan untuk menghidrolisis laktosa susu menjadi glukosa dan galaktosa, untuk mengisomerisasi glukosa dari starch jagung menjadi fruktosa, dan pada berbagai proses makanan industri lainnya.

Tabel 1. Contoh-Contoh Enzim Hidrolitik Ekstraseluler
Enzim
Substrat
Produk katabolik
Esterase
lipase
fosfatase lecithinase
Karbohidrase
fruktosidase
α-glukosidase (maltase)
β-glukosidase
β-galaktosidase (laktase)
amilase
selulase
sitase
Senyawa pembawa nitrogen
proteinase
polipeptidase
desamidase
urease
asparaginase
deaminase

Gliserida (lemak)
Lechitin

Sukrosa
Maltosa
Selobiosa
Laktosa
Starch
Selulosa
-

Protein
Protein

Urea
Asparagin
Asam amino

Gliserol + asam lemak
Cholin + H3PO4 + lemak

Fruktosa + glukosa
Glukosa
Glukosa
Galaktosa + glukosa
Maltosa
Selobiosa
Gula sederhana

Polipeptida
Asam amino

CO2 + NH3
Asam aspartat + NH3
NH3 + asam organik

Tabel 2. Beberapa Enzim Komersial dan Aplikasinya
Tipe
Kegunaan Lazim
Karbohidrat
Produksi gula campuran dalam industri permen; produksi sirup jagung dari starch; konversi starch sereal menjadi gula terfermentasikan dalam industri minuman, pembuatan roti dan lainnya; penjernihan minuman dan sirup yang mengandung starch buah.
Protease
Pembuatan bir anti dingin dan produk-produk terkait; melunakkan daging; produksi hidrolizat protein hewan dan tanaman.
Pektinase
Penjernihan jus-jus buah: penghilangan pektin berlebih dari jus seperti jus apel sebelum pemekatan; peningkatan hasil jus dari anggur dan produk-produk lain; penjernihan anggur; penghilangan air limbah buah dan sayuran sebelum pengeringan.
Glukosa oksidase - katalase
Penghilangan glukosa dari zat putih telur sebelum pengeringan; penghilangan oksigen molekuler terlarut atau yang terdapat pada permukaan produk yang dibungkus atau ditutup dalam wadah hermetik.
Glukosidase
Pelepasan minyak-minyak esensial dari prekursor-prekursor seperti yang terdapat pada buah badam pahit; pengrusakan prinsip rasa pahit yang terjadi secara alami pada buah cucurbitaseae (mentimun dan famili terkait).
Enzim pemberi rasa (folavorase)
Restorasi pengayaan rasa melalui penambahan enzim yang mampu mengkonversi senyawa-senyawa sulfur organik menjadi senyawa sulfur volatil tertentu yang bertanggung jawab untuk menimbulkan rasa pada bawang, seperti, konversi alliin bawang menjadi minyak bawang oleh alliianase; konversi prekursor pemberi rasa yang mengandung sulfur dari cabe dan spesies terkait dengan preparasi enzim dari sumber enzim alami terkait; penambahan preparasi enzim dari biji mostar (mustard) untuk rehidrasi cabe terdehidrasi agar dapat mengembalikan rasanya; produksi rasa pisang alami pada pisang yang disterilkan dan didehidrasi dengan enzim rasa pisang yang alami; perbaikan rasa makanan kaleng dengan preparasi enzim dari jagung segar.
Lipase
Perbaikan kualitas putih telur kering dan produksi rasa pada keju dan coklat.
Selulase
Penghalusan biji dan penjernihan serta ekstraksi jus buah, pelunakan buah yang keras.

B. Sumber Enzim
Berdasarkan sumbernya enzim dapat diperoleh pada tumbuhan, hewan, dan mikroba. Dimana aktivitas enzim hasil isolasi akan berbeda pada kondisi pH, suhu, dan lain-lain. Dimana setiap jenis enzim yang di isolasi akan memberikan dampak dalam pemanfaatannya.
Untuk enzim yang di isolasi dari hewan atau tumbuhan, enzim tersebut cenderung menunjukkan aktivitas pada pH yang standard an suhu yang ideal (suhu kamar), sedangkan pada enzim hasil isolasi dari mikroba akan sangat bergantung dari umber pengambilan sample microbial penghasil enzim tersebut sehingga akan diperoleh enzim yang termostabil dan termofilik.
C. Enzim Dari Tumbuhan
Buah-buahan juga mengandung berbagai mineral, seperti zat besi, selenium, seng, mangan dan sulfur, yang dewasa ini diakui perannya sebagai zat yang penting bagi tercapainya kesehatan tubuh yang optimal. Di dalam tubuh, vitamin dan mineral merupakan bagian dari enzim (sebagai koenzim) yang sangat diperlukan dalam menjamin kelancaran proses metabolisme tubuh secara normal.
Termasuk ke dalam kategori zat nongizi adalah dietary fiber (serat pangan), enzim, pigmen, dan zat minor lainnya. Buah-buahan merupakan sumber dietary fiber yang baik. Kandungan dietary fiber pada buah-buahan berkisar antara 0,5-5 gram dalam 100 gram berat buah.
Kecukupan konsumsi serat pangan yang dianjurkan per orang per hari berkisar antara 20-30 gram, yang dapat dipenuhi dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, padi-padian, dan sumber-sumber lainnya. Buah-buahan segar mengandung enzim aktif yang dapat mempercepat reaksi kimia di dalam tubuh. Dua jenis enzim utama yang terdapat pada buah-buahan segar adalah sintetase dan hidrolase.
Sintetase berperan dalam membangun struktur tubuh dengan mensintesis molekul-molekul yang lebih besar. Sebaliknya, hidrolase berperan dalam memecahkan molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil sehingga menjadi lebih mudah untuk dicerna tubuh. Adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas, telah terbukti dapat membantu proses pencernaan dan penyembuhan borok-borok pada lambung (stomach ulcers).
D. Enzim Bromelin
Enzim bromelin adalah enzim yang secara alami terdapat pada buah dan batang nanas. Bromelin termasuk enzim proteolitik yang membantu mencerna protein. Bromelin juga terkenal sebagai antiradang, misalnya arthritis.
Saat ini bromelin juga digunakan sebagai suplemen. Bromelin diekstrak dari nanas, kemudian disajikan dalam bentuk kapsul atau tablet. Karena kemampuannya mencerna protein, bromelin juga dimanfaatkan untuk melunakkan daging. Ekstrak bromelin dalam bentuk salep digunakan untuk terapi pada kulit terbakar.
1. Cara Kerja Bromelin Dalam Tubuh

untuk melihat kelengkapan makalah (plus presentasi) hubungi mivt_id@yahoo.com atau 085241782228

No comments: