radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

May 15, 2011

PENGENALAN ALAT LABORATORIUM MIKROBIOLOGI


LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI


O L E H
NAMA                           :  MIFTA NUR RAHMAT
STAMBUK                   :  F1C1 08 001


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2011


I.                   JUDUL
Pengenalan Alat Laboratorium Mikrobiologi
II.                TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengenal alat-alat laboratorium yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi
2.      Menggolongkan alat-alat laboratorium menjadi beberapa kategori
III.             PRINSIP DASAR
Ilmu kimia merupakan ilmu yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan eksperimen. Kegiatan eksperimen atau praktikum menitikberatkan pada ranah psikomotor yang berupa penampilan dan berhubungan dengan aktifitas fisik. Oleh karena pelaksanaan praktikum melibatkan alat-alat, maka perlu penguasaan tentang alat-alat praktikum sehingga dapat menunjang kelancaran praktikum dan meningkatkan kemampuan psikomotorik peserta ajar.

Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum. Siswa akan terampil dalam praktikum apabila mereka mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat, fungsi alat, dan cara menggunakannya. Pengetahuan alat yang kurang akan mempengaruhi kelancaran saat praktikum. Sebagai contoh, selama praktikum siswa dilibatkan aktif dengan pemakaian alat dan bahan kimia. Siswa yang menguasai alat dengan baik akan lebih terampil dan teliti dalam praktikum sehingga siswa memperoleh hasil praktikum seperti yang diharapkan (Laila, 2006).
            Dalam suatu laboratorium, ada banyak jenis alat – alat yang digunakan, salah satu jenis alat yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi adalah alat sterilisasi. Dalam laboratorium, sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan autoklaf yang menggunakan tekanan yang disebabkan uap air, sehingga suhu dapat mencapai 1210C. Sterilisasi dapat terlaksana bila mencapai tekanan 15 psi dan suhu 1210C selama 15 menit. Media biakan yang telah disterilkan harus diberi penutup agar tidak dicemari oleh mikroorganisme yang terdapat disekelilingnya. (Lay,W.B,1994). Pemanasan basah bertekanan tinggi (autoklaf) dapat digunakan untuk mensterilkan larutan komponen media, bahan dan alat-alat yang tahan terhadap pemanasan tinggi. Sterilisasi ini lebih baik dibandingkan sterilisasi dengan pemanasan kering karena dengan autoklaf tidak hanya mematikan mikroorganisme tapi juga mematikan sporanya. Waktu sterilisasi sangat bervariasi, tergantung dari ukuran obyek yang disterilkan. Lamanya waktu sterilisasi bahan cair (air, media) tergantung pada volume cairan yang disterilkan. Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan kering (oven) (Novilia, 2008).
Laminar air flow adalah alat yang akan digunakan untuk pengerjaan mikroba khususnya bakteri, cara penggunaannya ialah dibersihkan menggunakan alkohol 70 % dan Lampu UVnya dinyalakan selama 30 menit terlebih dahulu untuk proses sterilisasinya. Setelah laminar air flow siap digunakan, lampu UV dimatikan, fan dan lampu dihidupkan (Kusdianti & Any).


IV.             CARA KERJA
Alat Laboratorium
-          Diamati
-          Dipelajari
-          Ditulis keterangan-keterangannya
 




Hasil Pengamatan
V.                HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
1.      Hasil Percobaan
Nama Alat
Fungsi
Gambar
Kategori Alat Gelas
     Corong
Menyaring larutan
     Erlenmeyer
Mereaksikan larutan
     Gelas beaker
Mereksikan bahan kimia
     Tabung reaksi
Melakukan uji biokimia
     Bunsen
Sumber panas
     Cawan Pertri
Medium pengembangbiakan mikroba
     Pipet tetes
Mengambil larutan (skala tetes)
 
     Pipet mikro
Mengambil larutan (skala μL)
     Pipet volum
Mengambil larutan (skala tertentu dalam mL)
     Pipet ukur
Mengambil larutan (skala mL)
     Labu takar
Mengencerkan larutan
     Ose Lurus
Untuk Menggores Bakteri
     Ose Bulat
Untuk Menggores Bakteri
Kategori alat sterilisasi
     Autoclave (classic)
Mensterilkan alat dan media
     Autoclave (modern)
Mensterilkan alat dan media
Kategori tempat pengerjaan mikroba
     Enkas
Tempat pengerjaan mikroba (khususnya kapang dan jamur) secara aseptik
     Laminar Air Flow (LAF)
Tempat pengerjaan mikroba khususnya bakteri secara aseptik
Kategori alat pencampur dan pemisah chemical
     Vortex
Menghomogenkan larutan
     Sentrifuga
Memisahkan larutan berdasarkan Berat molekul
Water bath
Memanaskan secara meraata dengan media air

2.      Pembahasan
Laboratorium kimia merupakan laboratorium yang dirancang khusus untuk meneliti, mengidentifikasi bahkan memproduksi suatu zat. Dalam laboratorium, terdapat berbagai macam alat-alat yang menunjang praktikan untuk melakukan riset mereka. Dikarenakan luasnya cakupan laboratorium itu sendiri, maka laboratorium dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan pembagian ilmu saat ini, seperti Laboratorium Kimia Fisika, Laboratorium Biokimia, Laboratorium Mikrobiologi, dsb.
Mikrobiologi merupakan suatu cabang ilmu yang membahas tentang makhluk-makhluk berukuran renik atau sangat kecil seperti berbagai macam alga dan mikroba (bakteri, fungi dan kapang). Bakteri adalah mikroorganisme bersel satu dan berkembang biak dengan membelah diri. Ukuran bakteri bervariasi baik penampang maupun panjangnya, tetapi pada umumnya penampang bakteri adalah sekitar 0,7-1,5 µm dan panjangnya sekitar 1-6µm. Seperti mikroba lainnya, bakteri memiliki aktifitas yang cepat (kemampuan untuk berkembangbiak yang cepat). Pada umumnya bakteri dapat hidup di berbagai medan serta kondisi, sehingga sangat dimungkinkan menempel di banyak tempat.
Dalam laboratorium mikrobiologi, banyak hal yang dikerjakan terkait dengan mikroba (bakteri, fungi dan kapang), dikarenakan aktifitas mikroba yang begitu cepat maka dimungkinkan mikroba menempel di setiap alat-alat laboratorium dan media yang ada. Oleh karena itu, perlu dilakukannya sterilisasi alat dan media sebelum dan sesudah penggunaan alat-alat laboratorium dan media pengembangbiakan mikroba.
Sterilisasi alat laboratorium dan media dapat dilakukan dengan instrument yang memiliki antibakteri atau antimikroba yang tinggi, mekanisme kerja antimikroba terhadap sel dapat merusak dinding sel bakteri, mengganggu permeabilitas sel, merusak molekul protein dan asam nukleat, menghambat aktivitas enzim dan dapat menghambat sintesa




Anda Merasa Terbantu dengan Artikel ini???
Dukung kami dengan mengirimkan Pulsa di No:
ADMIN                 : 0852 417 82228
Radio Mu’adz : 0852 9933 1996


asam nukleat. Sehingga dapat menghentikan aktivitas mikroba (perkembangbiakan mikroba terhenti).
Sterilisasi peralatan dapat digunakan dengan api dan bahan kimia seperti methanol, dan sejenisnya. Sterilisisasi juga dapat dilakukan dengan alat sterilisasi seperti autoklaf. Autoklaf merupakan alat yang dikhususkan utukmensterilkan alat, media dan bahan dari mikroba yang ada, sistem kerja autoklaf adalah memecah membran sel yang ada dalam mikroba dengan uap panas bertekanan 10-30 lbs/inchi dan temperature 134oC (maksimum). Berdasarkan penggunaannya, autoklaf terbagi menjadi 2, yaitu autoklaf kalsik dan autoklaf modern (lihat hasil percobaan). Cara pengoperasian autoklaf modern yaitu dengan sistem digital, sehingga waktu, suhu dan tekanan dapat diatur dengan mudah untuk sterilisasi alat. autoklaf modern bekerja lebih baik dibandingkan dengan autoklaf klasik yang cara pengoperasiannya masih manual, sehingga sterilisasi alat sebelum digunakan menggunakan autoklaf modern, dan sterilisasi alat setelah digunakan menggunakan autoklaf klasik.
Selain alat sterilisasi ada juga jenis alat yang dikhususkan untuk pengerjaan mikroba, seperti Laminar Air Flow dan enkas. Laminar air flow ditujukan untuk pengerjaan bakteri, sedangkan enkas digunakan untuk perkembangbiakan jamur dan kapang. Kedua alat ini telah dilengkapi dengan sinar UV (apabila dihidupkan) untuk menghambat pertumbuhan mikroba.
Peralatan lain yang sering kita jumpai dalam laboratorium adalah peralatan gelas. Umumnya peralatan gelas ini terbuat dari gelas sebagian atau seluruhnya, adapun yang tergolong sebagai alat gelas adalah segala jenis pipet, tabung reaksi beaker glass, Erlenmeyer, labu takar, dll (lihat hasil percobaan).
VI.             KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam percobaan kali ini adalah:
1.      Alat-alat laboratorium sangatlah beragam bentuknya dan juga fungsinya, oleh karena itu praktikan dituntut untuk mengenal dan mengetahui semua alat yang akan ia gunakan.
2.      Alat-alat laboratorium mikrobiologi terbagi atas alat-alat gelas, alat sterilisasi, alat pengerjaan mikroba, alat pencampur, dan pemisah bahan kimia.
VII.          DAFTAR PUSTAKA
Kusdianti dan Any Aryani, Penanaman Eksplan, tanpa sumber.
Laila, Khusucidah, 2006, Krelasi Antara Pengetahuan Alat Praktikum dengan Psikomotorik Siswa kelas XII IPA SMAN 11 Semarang Materi pokok, Univ. Negeri semarang.

1 comment:

Trikarsa said...

haloo.. sekedar berbagi informasi untuk teman-teman, ini ada blog tentang fungsi dan jenis alat lab dan juga distributor produk alat laboratorium