radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

May 15, 2011

menghitung jumlah mikroba

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

Description: C:\Users\User\Documents\LOGO UNHALU.wmf

O L E H
NAMA                           :  MIFTA NUR RAHMAT
STAMBUK                   :  F1C1 08 001


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2011


I.         JUDUL
Menentukan jumlah mikroba
II.      TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1.      Praktikan mampu memprediksi berapa jumlah sel mikroba dalam suatu sampel yang telah diencerkan
2.      Menghitung koloni bakteri menggunakan metode Plate Count atau hitungan cawan
III.   PRINSIP DASAR
Pertumbuhan adalah penambahan secara teratur semua komponen sel suatu jasad. Pembelahan sel adalah hasil dari pertumbuhan sel. Pada jasad bersel tunggal (uniseluler), pembelahan atau perbanyakan sel merupakan pertambahan jumlah individu. Misalnya pembelahan sel pada bakteri akan menghasilkan pertambahan jumlah sel bakteri itu sendiri. Pada jasad bersel banyak (multiseluler), pembelahan sel tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya, tetapi hanya merupakan pembentukan jaringan atau bertambah besar jasadnya. Dalam membahas pertumbuhan mikrobia harus dibedakan antara pertumbuhan masing-masing individu sel dan pertumbuhan kelompok sel atau pertumbuhan populasi (Suharjono, 2006).
Kecepatan pertumbuhan merupakan perubahan jumlah atau massa sel per unit waktu. Pertumbuhan mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda, yang berturut-turut disebut dengan fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan fase kematian. Pada fase kematian eksponensial tidak diamati pada kondisi umum pertumbuhan kultur bakteri, kecuali bila kematian dipercepat dengan penambahan zat kimia toksik, panas atau radiasi (Sofa, 2008).

Menurut Darkuni (2001) pertumbuhan bakteri pada umumnya akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbeda dan pada akhirnya memberikan gambaran pula terhadap kurva pertumbuhannya.
Sedangkan menururt Tarigan (1988) kebutuhan mikroorganisme untuk pertumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu: kebutuhan fisik dan kebutuhan kimiawi atau kemis. Aspek-aspek fisik dapat mencakup suhu, pH dan tekanan osmotik. Sedangkan kebutuhan kemis meliputi air, sumber karbon, nitrogen oksigen, mineral-mineral dan faktor penumbuh.
Hal ini sesuai dengan pendapat Hastuti (2007) bahwa terdapat beberapa faktor abiotik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri, antara lain: suhu, kelembapan, cahaya, pH, AW dan nutrisi. Apabila dfaktor-faktor abiotik tersebut memenuhi syarat, sehingga optimum untuk pertumbuhan bakteri, maka bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak. Pertumbuhan bakteri juga dapat terganggu apabila kondisi fisiko kimia tidak memenuhi syarat. Selain dari faktor fisiko kimia, pertumbuhan bakteri juga dapat terganggu dengan kehadiran mikroba lainnya yang bersifat inhibitor, contohnya adalah jamur. Jamur antagonis akan menghambat pertumbuhan koloni bakteri dengan membentuk zona antibiotis atau mematikan secara langsung dengan cara menyelimuti pertumbuhan koloni pathogen (Bustamam, 2006).


IV.   CARA KERJA
1.      Rounded Rectangle: Bakteri stokPembuatan Media Agar






2.      Perhitungan Jumlah Koloni Bakteri
 



















V.      HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
1.      Hasil Percobaan
Cawan
Koloni Bakteri Putih
Koloni Bakteri Kuning
Tanpa pengenceran
34
12
10-1
7
3
10-2
14
0
10-3
14
9

2.      Pembahasan
Mikroba seperti makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi pertumbuhan. Pengetahuan akan nutrisi pertumbuhan ini akan membantu di dalam mengkultivasi, mengisolasi, dan mengidentifikasi mikroba. Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan pertumbuhannya. Ada mikroba yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu hidup dan seterusnya. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang pertumbuhan mikroba.
Di dalam mikrobiologi, media diartikan sebagai bahan yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat-zat hara (nutrien) yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di atas atau di dalamnya. Selain itu, media juda dapat digunakan untuk isolasi, perbanyakan, pengujian sifat-sifat fisiologis dan biokimia, serta perhitungan jumlah mikoorganisme. Ada berbagai macam jenis






Anda Merasa Terbantu dengan Artikel ini???
Dukung kami dengan mengirimkan Pulsa di No:
ADMIN                 : 0852 417 82228
Radio Mu’adz : 0852 9933 1996


media pertumbuhan mikroba. Berdasarkan sumbernya, media di bagi atas dua yaitu media sintetik dan media alami.
Dalam percobaan ini, medium yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba adalah media agar dengan komposisi 20 gr NA dan 15 gr agar dalam 100 ml aquades. Media agar adalah media yang umum digunakan untuk menumbuhkan bakteri, dikarenakan sifatnya yang dapat menumbuhkan banyak bakteri, bakteri ini hanya digunakan untuk praktikum di universitas dan jarang digunakan untuk penelitian yang menganalisa pertumbuhan bakteri spesifik.
Telah diketahui bersama, pertumbuhan mikroba adalah peningkatan jumlah sel dan bukan peningkatan ukuran sel. Pertumbuhan mikroba untuk kondisi normal dapat diukur dengan rumus log10 jumlah sel. Dari rumus tersebut dapat pula ditentukan jumlah generasi yang ada dan waktu generasi pertumbuhan bakteri.
           Rumus ini berlaku untuk pertumbuhan bakteri yang normal, atau tidak adanya kesalahan dalam prosedur pembiakannya, dan mengikuti kurva



Akan tetapi jika kita melihat hasil pengamatan yang diperoleh, dapat dipastikan kondisi media yang digunakan tidaklah sama. Karena bakteri yang tumbuh tidak mengikuti hipotesis pengamat. Dapat dilihat pada hasil pengamatan, bakteri yang tumbuh pada cawan pengenceran 10-1 lebih sedikit dibandingkan bakteri yang tumbuh pada cawan pengenceran10-2 dan 10-3. Ketidaksamaan media yang digunakan berpengaruh terhadap aktivitas bakteri untuk melakukan pembelahan sel. Faktor yang menyebabkan ketidaksamaan ini salah satunya dipengaruhi oleh prosedur pengerjaan yang tidak benar oleh pengamat.
Dari hasil pengamatan yang diperoleh terdapat 2 koloni bakteri yang diperoleh, yakni berwarna putih dan berwarna kuning. Jumlah koloni bakteri berwarna putih dalam satu cawan selalu lebih banyak dibandingkan jumlah koloni bakteri kuning. Aktivitas anatara kedua jenis koloni bakteri ini menjadi sangat sulit ditentukan karena kondisi media yang berbeda-beda. Semestinya dalam cawan tanpa pengenceran, cawan pengenceran 10-1, 10-2 dan 10-3, dapat dianalisa aktivitas koloni bakteri putih dan kuning, yang mana bersifat inhibitor atau pathogen terhadap bakteri lainnya.


VI.             KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:
1.      Jumlah sel mikroba yang tumbuh dalam suatu cawan sangat bergantung pada jumlah generasi yang ada dan waktu generasi bakteri tertentu, sehingga pengamat harus mengetahui waktu generasi bakteri yang ia biakkan agar dapat memprediksi jumlah sel bakteri dengan baik.
2.      Dari metode hitungan cawan didapatkan hasil pertumbuhan koloni bakteri putih dan koloni bakteri kuning pada cawan tanpa pengenceran, cawan pengenceran 10-1, 10-2 dan 10-3 adalah 34:12 ; 7:3 ; 14:10 ; 14:9.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2006.  Lingkungan Pertumbuhan Mikroba

Hendri, Bustamam, 2006, Seleksi Mikroba Rizosfer Antagonis terhadap Bakteri    Ralstolnia solanaceareum Penyebab Penyakit Layu pada Bakteri pada Tanaman Jahe di Lahan Tertindas, Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia,        Volume 8, No. 1

Machmud, 2004.  Seleksi dan Karakterisasi Mikroba Antagonis

Michael, 1986.  Dasar – Dasar Mikrobiologi. UI – Press. Jakarta.

Suharjono, 2006.  Komunitas Kapang Tanah di Lahan Kritis Berkapur DAS Brantas          Pada Musim Kemarau. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya.         Malang.

No comments: