radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

February 02, 2011

Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan mikroba

I.         JUDUL
Praktikum kali iniberjudul “Pengaruh Lingkungan terhadap Pertumbuhan Mikroba”
II.      TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu, salinitas, dan paparan sinar UV terhadap pertumbuhan mikroorganisme.
III.   PRINSIP DASAR
Pertumbuhan adalah penambahan secara teratur semua komponen sel suatu jasad. Pembelahan sel adalah hasil dari pertumbuhan sel. Pada jasad bersel tunggal (uniseluler), pembelahan atau perbanyakan sel merupakan pertambahan jumlah individu. Misalnya pembelahan sel pada bakteri akan menghasilkan pertambahan jumlah sel bakteri itu sendiri. Pada jasad bersel banyak (multiseluler), pembelahan sel tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya, tetapihanyamerupakanpembentukanjaringanataubertambahbesarjasadnya.Dalammembahaspertumbuhanmikrobiaharusdibedakanantarapertumbuhanmasing-masingindividuseldanpertumbuhankelompokselataupertumbuhanpopulasi (Suharjono, 2006).

Kecepatanpertumbuhanmerupakanperubahanjumlahataumassasel per unit waktu. Pertumbuhan mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda, yang berturut-turut disebut dengan fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan fase kematian. Pada fase kematian eksponensial tidak diamati pada kondisi umum pertumbuhan kultur bakteri, kecuali bila kematian dipercepat dengan penambahan zat kimia toksik, panas atau radiasi (Sofa, 2008).
Menurut Darkuni (2001) pertumbuhan bakteri pada umumnya akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbedadan pada akhirnya memberikan gambaran pula terhadap kurva pertumbuhannya.
Sedangkan menururt Tarigan (1988) kebutuhan mikroorganisme untuk pertumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu: kebutuhan fisik dan kebutuhan kimiawi atau kemis. Aspek-aspek fisik dapat mencakup suhu, pH dan tekanan osmotik. Sedangkan kebutuhan kemis meliputi air, sumber karbon, nitrogen oksigen, mineral-mineral dan faktor penumbuh.
Hal ini sesuai dengan pendapat Hastuti (2007) bahwa terdapat beberapa faktor abiotik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri, antara lain: suhu, kelembapan, cahaya, pH, AW dan nutrisi. Apabila faktor-faktor abiotik tersebut memenuhi syarat, sehingga optimum untuk pertumbuhan bakteri, maka bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak. Pertumbuhanbakterijugadapattergangguapabilakondisifisikokimiatidakmemenuhisyarat.Selaindarifaktorfisikokimia, pertumbuhanbakterijugadapatterganggudengankehadiranmikrobalainnya yang bersifat inhibitor, contohnyaadalahjamur.Jamurantagonisakanmenghambatpertumbuhankolonibakteridenganmembentukzonaantibiotisataumematikansecaralangsungdengancaramenyelimutipertumbuhankoloni pathogen (Bustamam, 2006).


IV.   CARA KERJA
1.      PengaruhSuhuTerhadapPertumbuhanMikroba
2.      PengaruhSalinitasTerhadapPertumbuhanMikroba


3.      PengaruhPaparanSinar UV TerhadapPertumbuhanMikroba
V.      HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
1.      HasilPercobaan
FaktorLingkungan
VariasiKondisi
PertumbuhanMikroba
Suhu
Temperatur kamar (27oC)
Agakkeruh (tidak optimum)
42oC
Keruh (Optimum)
50oC
Tidakkeruh (sangattidak optimum)
Salinitas
0,5%
Keruh (optimum)
5%
Tidakkeruh (tidak optimum)
15%
Bening (tidakadamikroba yang tumbuh)
Radiasi UV
4 – 5 menit
Keruh
15 menit
Keruh
30 menit
Keruh
NB: tingkatkekeruhanmenandakankuantitasmikroba yang tumbuh
2.      Pembahasan
Mikroba seperti makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi pertumbuhan. Pengetahuan akan nutrisi pertumbuhan ini akan membantu di dalam mengkultivasi, mengisolasi, dan mengidentifikasi mikroba. Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan pertumbuhannya. Ada mikroba yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu hidup dan seterusnya. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang pertumbuhan mikroba.
Di dalam mikrobiologi, media diartikan sebagai bahan yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat-zat hara (nutrien) yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di atas atau di dalamnya. Selain itu, media juda dapat digunakan untuk isolasi, perbanyakan, pengujian sifat-sifat fisiologis dan biokimia, serta perhitungan jumlah mikoorganisme. Ada berbagai macam jenis media pertumbuhan mikroba. Berdasarkan sumbernya, media di bagi atas dua yaitu media sintetik dan media alami.
Dalam percobaan ini, medium yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba adalah Nutrien Broth. Perbedaan pertumbuhan mikroba sangat ditentukan dengan perlakuan yang diberikan, baik itu perlakuan dari analis atau perlakuan fisiko kimia yang diberikan untuk mengamati kondisi optimum pertumbuhan mikroba.


Setiap spesies mikroba memiliki aktivitas yang berbeda-beda dalam melakukan pertumbuhan. Pertumbuhan mikroba diartikan sebagai pembelahan sel atau semakin banyaknya organisme yang terbentuk. Mikroba akan semakin cepat pertumbuhannya apabila ia diinkubasi dalam suasana yang disukai oleh mikroba. Kondisi pertumbuhan suatu mikroba tidak akan lepas dari faktor fisiko-kimia, seperti pH, suhu, tekanan, salinitas, kandungan nutrisi media, sterilitas media, kontaminan dan paparan radiasi yang bersifat inhibitor.
Percobaan ini bertujuan untuk mengamati tentang bagaimana pertumbuhan mikroba yang dibiakkan dalam media yang divariasikan suhu, salinitas dan paparan sinar UV. Berdasarkansuhu optimum untukpertumbuhanmakadapatdikelompokanmenjadi 3 yaitu : 1. Psikrofilik(0-20oC), 2. mesofilikMesofilik (20-50oC), 3.termofilik (50-100oC). Suhumerupakanfaktorlingkungan yang sangatmenentukankehidupanmikroorganisme, pengaruhsuhuberhubungandenganaktivitasenzim.Suhurendahmenyebabkanaktiivtasenzimmenurundanjikasuhuterlalutinggidapatmendenaturasienzim.Sehinggaenzimakanrusakdantidakdapatbekerjauntukmensintesiszat-zat yang dibutuhkanmikroba. Dalampercobaan yang dilakukanvariasikondisi yang diberikanpadamikroba di waktuinkubasinyaadalahpadasuhukamar, 42oC dan 50oC.Dari hasilpercobaaninidiketahuikondisi optimum mikrobasampeluntuktumbuhpadasuhu 42oC, dimanapadasuhutersebut media tampakkeruh, kekeruhanmenandakanbanyaknyamikroba yang tumbuhdalam media tersebut.


Keberadaanmikroorganismedilingkungandapatdipengaruhikepekatansuspensi/cairan di lingkungan.Olehkarenaitu di prosedurkeduasuspensi yang diberikankepadamikrobaadalah NaCl dengankadar 0,5%, 5% dan 15%, hasilpercobaan yang diperolehmenunjukkanbahwamikrobadapattumbuhdengan optimum padakadar NaCl sebanyak 0,5% dantidakdapattumbuhpada media berkadar NaCl 15%. Hal initerjadikarenakepekatansuspensidi lingkunganyang tinggiakanmenyebabkanisiselakankeluar (lisis)danmenyebabkanmikrobamati. Sebaliknyakepekatansuspensi dilingkunganyang rendahakanmenyebabkanterjadipergerakanmassacairkedalamselatau yang kitakenaldengan proses osmosis dandifusi.
Di prosedurketigaingindilihatpengaruhpemaparansinar UV terhadappertumbuhanmikroba di media, variasiwaktupemaparandilakukanselama 5 menit, 15 menitdan 30 menit. Padadasarnyasinar UV memilikipanjanggelombang 210-300 nmdandapatmembunuhmikrobadenganmemaparkanradiasi yang diserapolehasamnukleat, asamnukleatmerupakan DNA bagimikrobasehinggaapabila DNA rusakmakamikrobatidakdapatmelakukanpembelahandanakhirnyamati.Hipotesisawal yang dapatdiambiladalahpertumbuhanmikrobaakansemakinmenurunseiringdenganlamanyamikrobadipaparkanolehsinar UV. Namunberbedadenganteori, hasil yang diperolehpadapercobaanmenunjukkantidakadaperbedaanterhadapmikroba yang telahdipaparkansinar UV denganvariasiwaktutersebut, bahkanmikrobadapattumbuhdengansubur di ketiga media.Hal inidiakibatkanterjadinyakesalahanpraktikandalammelakukanprosedursehinggatidakdiperolehhasilsesuaiteori.
VI.   KESIMPULAN
Berdasarkanpengamatanpertumbuhanmikrobapadavariasikondisilingkungandapatdisimpulkanbahwamikrobasampeldapattumbuhbaikpadasuhu 42oC, dengankadarsalinitas 0,5% dantanpapemaparansinar UV.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2006.  Lingkungan Pertumbuhan Mikroba

Hendri, Bustamam, 2006, Seleksi Mikroba Rizosfer Antagonis terhadap Bakteri    Ralstolnia solanaceareum Penyebab Penyakit Layu pada Bakteri pada Tanaman Jahe di Lahan Tertindas, Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia,        Volume 8, No. 1

Machmud, 2004.  Seleksi dan Karakterisasi Mikroba Antagonis

Michael, 1986.  Dasar – Dasar Mikrobiologi. UI – Press. Jakarta.

Suharjono, 2006.  Komunitas Kapang Tanah di Lahan Kritis Berkapur DAS Brantas          Pada Musim Kemarau. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya.         Malang.

No comments: