radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

February 02, 2011

PENAPISAN FITOKIMIA

PENAPISAN FITOKIMIA
A.    Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah :
1.      Untuk menentukan penapisan fitokimia terhadap tumbuhan tinggi dengan teknik ekstraksi, uji positif menggunakan reagen.
2.      Untuk menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan tinggi.
B.     Landasan Teori
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di zona khatulistiwa (tropik) dan terkenal mempunyai kekayaan alam dengan beranekaragam jenis tumbuhan, tetapi potensi ini belum seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan industri khususnya tumbuhan berkasiat obat. Masyarakat Indonesia secara turun-temurun telah memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan untuk bahan obat tradisional baik sebagai tindakan pencegahan maupun pengobatan terhadap berbagai jenis penyakit. Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional akan terus berlangsung terutama sebagai obat alternatif, hal ini terlihat pada masyarakat daerah yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan modern. Dalam masa krisis ekonomi seperti saat ini, penggunaan obat tradisional lebih menguntungkan karena relatif lebih mudah didapat, lebih murah dan dapat diramu sendiri, selain itu bahan bakunya dapat ditanam di halaman rumah sebagai penghias taman ataupun peneduh halaman rumah (Sulianti et al, 2005).

Penemuan berbagai senyawa obat baru dari bahan alam semakin memperjelas peran penting metabolit sekunder tanaman sebagai sumber bahan baku obat. Metabolit sekunder adalah senyawa hasil biogenesis dari metabolit primer. Umumnya dihasilkan oleh tumbuhan tingkat tinggi, yang bukan merupakan senyawa penentu kelangsungan hidup secara langsung, tetapi lebih sebagai hasil mekanisme pertahanan diri organisma. Aktivitas biologi tanaman dipengaruhi oleh jenis metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Aktivitas biologi ditentukan pula oleh struktur kimia dari senyawa. Unit struktur atau gugus molekul mempengaruhi aktivitas biologi karena berkaitan dengan mekanisme kerja senyawa terhadap reseptor di dalam tubuh (Lisdawati et al., 2007).
Penapisan fitokimia dilakukan menurut metode Cuiley (1984). Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengetahui komponen kimia pada tumbuhan tersebut secara kualitatif. Misalnya: identifikasi tannin dilakukan dengan menambahkan 1-2 ml besi (III) klorida pada sari alkohol. Terjadinya warna biru kehitaman menunjukkan adanya tanin galat sedang warna hijau kehitaman menunjukkan adanya tanin katekol. (Praptiwi et al, 2006). Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi harus mempunyai kepolaran yang berbeda. Hal ini disebabkan kandungan kimia dari suatu tumbuhan hanya dapat terlarut pada pelarut yang sama kepolarannya, sehingga suatu golongan senyawa dapat dipisahkan dari senyawa lainnya (Sumarnie et al, 2005).
Hingga saat ini sudah banyak sekali jenis fitokimia yang ditemukan, saking banyaknya senyawa fitokimia yang didapatkan maka dilakukan penggolongan senyawa agar memudahkan dalam mempelajarinya, adapun golongan senyawa fitokimia dapat dibagi sebagai berikut: (1) Alkaloid, alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan. (2) Flavonoid, flavonoid merupakan salah satu golongan fenol alam terbesar yang terdapat dalam semua tumbuhan berpembuluh. Semua flavonoid, menurut strukturnya merupakan turunan senyawa induk flavon yang mempunyai sejumlah sifat yang sama. Dalam tumbuhan, aglikon flavonoid terdapat dalam berbagai bentuk struktur. Semuanya mengandung atom karbon dalam inti dasarnya yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6, yaitu dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh satuan tiga karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. (3) Kuinon, senyawa dalam jaringan yang mengalami okisdasi dari bentuk kuinol menjadi kuinon. (4) Tanin dan Polifenol, Tanin adalah polifenol tanaman yang berfungsi mengikat dan mengendapkan protein.. Polifenol alami merupakan metabolit sekunder tanaman tertentu, termasuk dalam atau menyusun golongan tanin. (5) Saponin, saponin adalah suatu glikosida yang ada pada banyak macam tanaman. Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui, mungkin sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat, atau merupakan waste product dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. (6) TriTerpenoid, TriTerpenoid adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isoprena dan secara biosintesis dirumuskan dari hidrokarbon yang kebanyakan berupa alcohol, aldehida atau asam karbohidrat. (Nurhari, 2010).

C.     Alat dan Bahan
1.      Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
-       Tabung reaksi
-       Gelas kimia
-       Pipet tetes
-       Pemanas
-       Gegep
-       Corong
-       Botol semprot
2.      Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
-          Sampel kulit batang gamal
-          Metanol
-          Akuades
-          FeCl3
-          Mg
-          Amil alkohol
-          NaOH 1 M
-          HCl
-          Gelatin


D.    Prosedur Kerja
1.      Persiapan sample
Sampel (Kulit batang gamal)
-          dibersihkan dari kotoran dan lumut
-          dijemur
Sampel kering
-          dipotong-potong kecil
-          dihaluskan menggunakan blender
Serbuk sampel
 













2.      Ekstraksi
Sampel 125 g
-          dimaserasi methanol 100 ml)
-          didiamkan selama 24 jam
Ekstrak sampel
-          disaring
-           

Filtrat
Residu
-          dipekatkan menggunakan evaporator

Filtrat pekat
 



















-          dilakukan uji kandungan kimia dengan berbagai reagen atau pereaksi kimia yang sesuai untuk jenis senyawa tertentu
-           
 




                                                                                                           
Hasil Pengamatan
 


3.      Tes identifikasi
a.       Flavonoid
1 ml sampel
-          dimasukkan dalam tabung reaksi
-          dididihkan selama 5 menit
-          ditambahkan serbuk magnesium
-          ditambahkan 1 ml HCl pekat
-          ditambahkan amil alcohol 1 ml
 




              



Tidak ada perubahan warna (uji negative Flavonoid)
 





b. Kuinon
Tidak ada perubahan warna (uji negative Kuinon)

5 ml ekstrak
-          dimasukkan dalam tabung reaksi
-          dididihkan selama 5 menit
-          ditambahkan larutan NaOH 5%
 












c.       Saponin

5 tetes ekstrak
-          dimasukkan dalam tabung reaksi
-          ditambahkan aquadest
-          dikocok
Terbentuk busa yang menunjukkan adanya saponin
 











d.      Tanin/polifenol

Tidak terbentuk endapan putih
(Uji negative tannin)
Tabung 1
-          ditambahkan 1 % gelatin

2 ml sampel
-          dimasukkan dalam tabung reaksi
-          dipanaskan selama 5 menit
-          diambil dua bagian
-          dimasukkan dalam tabung reaksi
Tabung 1
-          ditambahkan FeCl3 1 %

Tidak terbentuk larutan berwarna hijau (Uji negative tannin)
 



















E.     Data Pengamatan
Identifikasi
Perlakuan
Keterangan
Flavonoid


Kuinon


Saponin


Tanin / polifenol



1 ml sample (dipanaskan) + serbuk Mg + 1 ml HCl pekat + amil alcohol

5 ml ekstrak (dipanaskan) + larutan NaOH 1 %

1 ml ekstrak + air (dikocok)


2 ml sampel (dipanaskan) dibagi menjadi 2 bagian :
- Tab. 1 + 1 % gelatin
- Tab. 2 + FeCl3 1 %
Larutan berwarna hijau
Tidak ada perubahan warna
Uji negative flavonoid
Larutan berwarna hijau
Tidak ada perubahan warna
Uji negative Kuinon
Terjadi busa yang menunjukkan adanya saponin
Larutan berwarna hijau

Tidak ada perubahan warna
Larutan berubah warna dari hijau menjadi cokelat, tetapi uji negative terhadap Tanin


F.        Pembahasan
 Fitokimia atau kadang disebut fitonutrien, dalam arti luas adalah segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan buah-buahan. Dalam penggunaan umum, fitokimia memiliki definisi yang lebih sempit. Fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tapi memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. Hal inilah yang menjelaskan mengapa orang-orang lebih tertarik mengisolasi metabolit sekunder (cth: fitokimia) daripada metabolit primer (cth: karbohidrat).
Fitokimia, senyawa yang begitu bermanfaat sebagai antioksidan dan mencegah kanker juga penyakit jantung. Beberapa studi pada manusia dan hewan membuktikan zat – zat kombinasi fitokimia ini didalam tubuh memiliki fungsi tertentu yang berguna bagi kesehatan. Kombinasi itu antara lain menghasilkan enzim – enzim sebagai penangkal racun, merangsang system pertahanan tubuh, mencegah penggupalan keping – keping darah, menghambat sintesa kolesterol dihati, meningkatkan metabolisme hormon, meningkatkan pengenceran dan pengikatan zat karsionogen dalam liang usus, menimbulkan efek anti bakteri, anti virus dan anti oksidan dan mengatur gula darah serta dapat menimbulkan efek anti kanker.
Dari uraian diatas dapat kita ketahui tentang manfaat fitokimia bagi kesehatan. Dalam percobaan ini ingin dianalisa kandungan fitokimia pada daun tanaman gamal (Gliricidia  sepium), gamal termasuk  tanaman polong-polongan dari famili Fabaceae yang banyak  dimanfaatkan  sebagai  tanaman  pagar. Di percobaan ini dilakukan uji kualitatif terhadap keberadaan golongan senyawa Flavonoid, Kuinon, Saponin, dan Tanin atau Polifenol di dalam daun gamal.
Setelah dilakukan uji kualitatif, ternyata hanya golongan senyawa Saponin yang dideteksi keberadaannya di dalam daun gamal. Saponin adalah suatu glikosida yang ada pada banyak macam tanaman. Saponin ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasi tinggi pada bagian-bagian tertentu, dan dipengaruhi oleh varietas tanaman dan tahap pertumbuhan. Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui, mungkin sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat, atau merupakan hasil sampingan dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Pada umumnya, hampir semua tanaman memiliki semua jenis golongan senyawa fitokimia, namun karena konsentrasinya yang berbeda-beda menyebabkan hanya golongan senyawa yang memiliki konsentrasi besarlah yang dapat diuji keberadaannya dalam suatu tanaman.



G.      Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.      Penapisan fitokimia terhadap tumbuhan tingkat tinggi dilakukan dengan teknik ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut yang dapat menarik senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder hanya dapat dianalisa menggunakan pereaksi yang spesifik terhadap senyawa tertentu.
2.      Senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tumbuhan  adalah alkaloid, flavanoid, kuinon, saponin, steroid, triterpenoid, tanin dan polifenol.


DAFTAR PUSTAKA
Lisdawati,Vivi., Sumali Wiryowidagdo., L dan  Broto S. Kardono “Isolasi Dan Elusidasi Struktur Senyawa Lignan Dan Asam  Lemak Dari Ekstrak Daging Buah  Phaleria Macrocarpa”.  Jurnal dan Buletin Penelitian Kesehatan; Puslitbang Biomedis dan Farmasi Badan Litbangkes. Vol. 35.
Nurhari, Ogi, 2010, Uji Fitokimia-Terpenoid, Sekolah Tinggi Farmasi, Bandung.
Praptiwi, Puspa Dewi dan Mindarti Harapini, “Nilai Peroksida Dan Aktivitas Anti             Radikal Bebas Diphenyl Picril Hydrazil Hydrate (Dpph) Ekstrak Metanol       Knema laurina”, Majalah farmasi indonesia, 17(1), 32 –36.
Sulianti, Sri Budi , Emma Sri Kuncari dan Sofnie M. Chairul,  “Pemeriksaan          Farmakognosi Dan Penapisan Fitokimia Dari Daun Dan Kulit Batang          Calophyllum inophyllum dan Calophyllum soulatri”, B i o d i v e r s i t a s        ISSN: 1412-033x Volume 7.
Sumarnie, H.Priyono dan Praptiwi, “Identifikasi Senyawa Kimia Dan Aktivitas     Antibakteri Ekstrak Piper sp. Asal papua”, Puslit.Biologi-LIPI.

No comments: