radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

February 02, 2011

aktivitas enzimatis mikroba by Nurfitriani Soekonay

I.         Judul
            Judul prektikum kali ini adalah Aktivatis enzimatis mikroba
II.      Tujuan
            Untuk mengetahui aktivitas enzimatis mikroba
III.   Prinsip Dasar
Enzim adalah biokatalisator yang merupakan molekul biopolimer dan tersusun dari serangkaian asam amino dalam komposisi dan susunan rantai yang teratur dan tetap. Enzim memiliki peranan yang sangat penting dalam berbagai reaksi kimia yang terjadi di dalam sel yang mungkin sangat sulit dilakukan oleh reaksi kimia biasa. Enzim alfa amilase merupakan salah satu jenis enzim yang berperan atau berfungsi menghidrolisis ata memecah molekul-molekul pati menjadi molekul-molekul lain yang lebih sederhana seperti dekstrin, maltosa, dan glukosa. Mekanisme kerja dari enzim alfa amilase adalah dengan cara memecah ikatan α-1,4 glikosidik rantai glukan pati dari sebelah dalam (Darmajan et all, 2008).

 Pengujian aktivitas amilase secara kualitatif dan semi kuantitatif dilakukan dengan cara menumbuhkan satu ose biakan khamir berumur 2-3 hari pada permukaan media agar YPS dalam cawan petri. Inkubasikan selama 3 hari pada suhu kamar. Aktifitas amilase diuji dengan cara meneteskan larutan iodium pada media disekitar koloni. Hasil bagi antara diameter zona bening dan diameter koloni dinyatakan sebagai kekuatan enzim secara nisbi. Untuk pegujian aktifitas amilase secara kuantitatif, enzim kasar dipersiapkan dengan menumbuhkan isolatisolat terseleksi pada media YPSs cair. Sebanyak 2,5% suspensi kapang berumur 3 hari (OD 630 = 0,5 ) diinokulasikan ke dalam media produksi dan selanjutnya diinkubasikan pada suhu kamar selama 5 hari. Enzim amilase kasar diekstraksi dengan cara disentrifugasi pada kecepatan 10.000 rpm selama 5 menit (Naiola E, 2008).
Enzim lipase yang dihasilkan oleh bakteri termofilik biasanya dihasilkan pada seluruh fase kehidupan mikroorganisme. Enzim ini digunakan untuk memecah lemak menjadi komponen asam lemak, yang amat dibutuhkan dalam metabolisme mikroorganisme yang bersangkutan. Enzim ini bersifat konstitutif artinya terus-menerus diekspresi tanpa membutuhkah induser. Ekspresi enzim lipase meningkat saat mikroorganisme memasuki fase kematian karena jumlah produk lemak dari sel-sel yang mati meningkat ( Tika et all, 2007).
Lipase merupakan enzim yang memiliki karakter spesifik tergantung organisme penghasilnya. Beberapa lipase yang dihasilkan organisme dalam satu genus memiliki karakter yang berbeda meskipun secara umum memiliki motif asam amino yang sama untuk tiap organisme. Pengaruh lingkungan turut memberikan peranan terhadap organisme penghasil lipase. Enzim lipase merupakan enzim induksi maka enzim ini akan terbentuk jika ada substrat penginduksi. Enzim lipase diinduksi dengan adanya lemak sehingga jika jumlah lemaknya sedikit jumlah enzim yang dihasilkan sedikit (Irawan et all, 2008).
Protease atau enzim proteolitik adalah enzim yang memiliki daya katalitik yang spesifik dan efisien terhadap ikatan peptida dari suatu molekul polipeptida atau protein. Protease dapat diisolasi dari tumbuhan (papain dan bromelin), hewan (tripsin, kimotripsin, pepsin, dan renin), mikroorganisme seperti bakteri, kapang, virus, dan cacing parasitik seperti cestoda, trematoda, dan nematoda. Protease yang diekskresi/sekresikan oleh cacing esensial untuk proses perkembangan dan kelangsungan hidup seperti penetasan telur, molting, dan exsheathment parasit. Protease yang dihasilkan cacing nematoda parasitik memainkan peranan penting pada proses penetrasi dan migrasi parasit ke jaringan inang definitif (Todorovo, 2000).

IV.    Cara Kerja/Diagram Alur (Skema)

a.    Uji amilolitik
Media NA +Pati 2 %
-          Diinokulasikan mikroba Bacillus sp.
-          Diinkubasi selama 24-48 jam pada suhu kamar
-          Ditetesi dengan lugol’s iodin
-          Diamati
 












            Uji positif yang ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar koloni

b.   Uji proteolitik
Media SMA + Susu 2%
-          Diinokulasikan Bacillus sp.
-          Diinkubasi pada suhu kamar selama 48 jam
-          Diamati
 











Uji positif yang ditandai dengan terbentuknya zona jernih/bening di sekitar koloni

c.          Uji katalase
Mikroba
-          Diinokulasikan pada kaca preparat
-          Ditetesi H2O2
-          Diamati
-           
 











                             Uji negatif (tidak terbentuk gelembung-gelembung)






























V.       Hasil Percobaan dan Pembahasan

a.             Hasil pengamatan


No.
Jenis Uji
Perlakuan
hasil pengamatan
1.












2.









3.
Uji amilolitik












Uji proteolitik









Uji katalase
-         Diinokulasikan bakteri Bacillus sp.  pada media NA + pati 2 %
-         Diinkubasi selama 24-48 jam pada suhu kamar
-          Ditetesi dengan lugol’s iodin
-          Diamati



-         Diinokulasikan bakteri Bacillus sp.  pada media SMA + pati 2 %
-         Diinkubasi selama 24-48 jam pada suhu kamar
-          Diamati

-         Diinokulasikan Bacillus  sp. Pada kaca preparat
-         Ditetesi H2O2
-          Diamati










b.            Pembahasan

Enzim adalah molekul biopolimer yang tersusun dari serangkaian asam amino dalam komposisi dan susunan rantai yang teratur dan tetap. Enzim memegang peranan penting dalam berbagai reaksi di dalam sel. Sebagai protein, enzim diproduksi dan digunakan oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi, antara lain konversi energi dan metabolisme pertahanan sel.
Aktivitas metabolisme tidak terlepas dari adanya enzim. Berdasarkan tempat bekerjanya, bakteri memiliki juga jenis enzim yaitu endoenzim dan eksoenzim. Endoenzim yaitu enzim yang berkerja dalam sel sedangkan eksoenzim yaitu enzim yang bekerja di luar sel. Sebagian besar eksoenzim bersifat hidroliktik, yang berarti bahwa eksoenzim menguraikan molekul kompleks menjadi molekul yang molekul-molekul yang lebih sederhana. Molekul-molekul yang lebih kecil ini kemudian dapat memasuki sel dan digunakan untuk kepentingan sel. Karena melibatkan reaksi, eksoenzim sebagian besar berperan sebagai enzim hidrolitik untuk mereduksi bahan yang memilki berat molekul besar ke dalam kompleks yang dibangunnya dengan memasukkan air ke dalam molekul. Molekul-molekul kecil yang terlepas kemudian diangkut kedalam sel dan di assimilasi (dicerna). Pada percobaan ini, akan diuji aktivitas enzimatis mikroba yaitu uji aktivitas eksoenzim yang terdiri atas uji amilolitik dan uji proteolitik. Untuk uji endoenzim terdiri atas uji katalase.

Uji amilolitik adalah uji yang dilakukan pada amilum (berupa pati) untuk menghasilkan enzim amilase. Enziim amilase yang akan menghidrolisis pati menjadi polisakarida yang lebih pendek (dextrin), dan selanjutnya menjadi maltosa. Hidrolisis akhir maltosa menghasilkan glukosa terlarut yang dapat ditransport masuk kedalam sel. Indikator yang dipakai pada uji amilolitik adalah iodin.
Pada uji amilolitik ini, digunakan Nutrien Agar yang mengandung pati         2%, hal ini karena media tersebut merupakan medium untuk pertumbuhan bakteri, selain itu kandungan pati yang terkandung dalam media NA yang nantinya akan digunakan untuk produksi amilase. Larutan iodin digunakan untuk deteksi adanya amilase dalam medium atau bahan. Larutan iodin yang digunakan karena degradasi yang terjadi pada pati dapat diketahui dengan hilangnya material yang terwarnai oleh iodin.
 Uji deteksi α amylase yang menghidrolisis α-1,4-glikogen dan poliglucosan lainnya. Pada saat awal perlakuan terjadi penurunan yang cepat berat molekul pati yang dihasilkan dari pewarnaan iodin. Amilum akan bereaksi dengan iodin membentuk kompleks warna biru hitam yang terlihat pada media. Warna hitam ini terjadi karena iodin masuk kedalam bagian kosong pada amilum yang berbentuk spiral. Produk akhir utama dari degradasi ini adalah oligosakarida dengan berat molekul yang rendah.
Hasil pengamatan pada uji amilolitik positif menngandung enzim amilase. Hal ini ditunjukkan oleh adanya produksi enzim amilase oleh koloni bakteri pada media ditunjukkan adanya zona bening dengan penambahan larutan iodin di sekitar koloni bakteri.
Uji proteolitik ditujukan untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme menghasilkan enzim protease. Pada praktikum ini, protein yang digunakan dalam bentuk kasein susu. Hidrolisis kasein secara bertahap akan menghasilkan monomernya berupa asam amino. Proses ini dinamakan peptonisasi  atau proteolisis.
 Hasil yang ditunjukan uji ini adalah positif dengan tampaknya aktivitas proteolitik yang ditunjukkan oleh terbentuknya zona jernih disekitar koloni.
Produksi katalase bisa diidentifikasi dengan menambahkan reagen H2O2 pada suspensi bakteri. Hasil pada uji ini menunjukkan hasil negatif dimana tidak terdapat gelembung-gelembung gas hasil hasil produksi enzim katalase. Hal ini kemungkinan disebabkan waktu pengamatan yang sangat singkat sehingga mikroba belum dapat memproduksi enzim katalase dalam waktu yang sangat singkat. Selain itu juga kemungkinan belum terpenuhinya suhu yang baik untuk proses produksi enzim.
IV.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan bahwa yang menunjukan adanya aktivitas enzimatis mikroba yaitu pada uji amilolitik dan uji proteolitik dengan adanya zona jernih disekitar koloni. Sedangkan pada uji katalase tidak menunjukan adanya aktivitas enzimatis mikroba dengan tidak tampaknya gelembung-gelembung gas hasil produksi enzim katalase.


DAFTAR PUSTAKA
Irawan B., Sutihat., Sumardi., 2008, Uji Aktivitas Enzim Selulase dan Lipase Pada Mikrofungi Selama Proses Dekomposisi Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Pengujian Kultur Murni, Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat.

Naiola. E., 2008, Mikrobia Amilolitik pada Nira dan Laru dari Pulau Timor, Nusa
Tenggara Timur, Jurnal Biodiversitas Volume 9, Nomor 3.

Darmajana. D., Agustina. W., Wartika, 2008, Pengaruh Konsentrasi Enzim α Amilase Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Filtrat Bubur Buah Pisang (Bahan Pembuatan Tepung Pisang Instan).
Tika. N., Redhana., Ristiati., 2007, Isolasi Enzim Lipase Termostabil Dari Bakteri Termofilik Isolat Air Panas Banyuwedang Kecamatan Gerogak, Buleleng Bali, Jurnal  Akta Kimindo Vol. 2 No. 2

Todorovo, 2000, Karakterisasi Protease dari Ekskretori/sekretori Stadium l3 ascaridia galli

No comments: