radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

December 31, 2010

Karakterisasi Lipid

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan atau manusia dan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia adalah lipid. Untuk memberikan definisi yang jelas tentang lipid sangat sukar, sebab senyawa yang termasuk lipid tidak mempunyai rumus struktur yang serupa atau mirip. Sifat kimia dan fungsi biologinya juga berbeda-beda. Walaupun demikian, para ahli biokimia bersepakat bahwa lemak dan senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak, dimasukkan dalam satu kelompok yang disebut lipid. Adapun sifat kimia yang dimaksud ialah: (1) tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarut organik misalnya, eter, aseton, kloroform, benzena yang sering juga disebut “pelarut lemak”; (2) ada hubungan dengan asam-asam lemak atau esternya; (3) mempunyai kemungkinan digunakan oleh makhluk hidup. Berdasarkan pada sifat fisika tadi, lipid dapat diperoleh dari hewan atau tumbuhan dengan cara ekstraksi menggunakan alkohol panas, eter atau pelarut lemak yang lain.

Suatu senyawa dapat larut dalam pelarut tertentu apabila mempunyai polaritas yang sama. Senyawa non polar akan larut dalam pelarut non polar, dan lemak merupakan senyawa non polar sehingga senyawa ini mudah larut dalam pelarut non polar, seperti kloroform, karbon disulfida, karbon tetraklorida, dan sebagainya. Kelarutan dari lemak perlu diketahui untuk menentukan dasar pemilihan pelarut dalam pengambilan lemak dengan ekstraksi lemak dari bahan yang diduga mengandung lemak. Penentuan kolesterol dari berbagai bahan makanan menjadi sangat penting mengingat (1) perhatian terhadap kesehatan yang menyangkut artegonik plasma dan diet seseorang dan yang ke(2) adalah berkaitan dengan label pada makanan. Oleh karena itu penentuan kadar lipid pada suatu makanan menjadi penting, sehingga dilakukkannya praktikum ekstraksi dan pemisahan lipid kompleks ini.



B. Permasalahan

Permasalahan pada percobaan ini yaitu bagaimana cara mengkarakterisasi fraksi I, II dan III melalui uji Salkowski, uji Lieberman-Buchard, uji kromatografi kertas, uji bilangan iod dan uji bilangan penyabunan?

C. Tujuan

Percobaan ini bertujuan untuk mengkarakterisasi fraksi I, II dan III melalui uji Salkowski, uji Lieberman-Buchard, uji kromatografi kertas, uji bilangan iod dan uji bilangan penyabunan.

D. Manfaat

dapat mengkarakterisasi fraksi I, II dan III melalui uji Salkowski, uji Lieberman-Buchard, uji kromatografi kertas, uji bilangan iod dan uji bilangan penyabunan.







BAB II

TINJAUAN PUSTAKA






BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Waktu dilaksanakannya percobaan ini pada hari Jumat tanggal 26 November 2010 bertempat di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Haluoleo.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah tabung reaksi, pipet tetes, rak tabung, erlenmeyer 125 mL, Gelas ukur, buret 50 mL, timbangan analitik, hot plate, pipet kapiler, statif dan klem, pipet ukur 10 mL, gelas kimia 500 mL, kromatografi kertas, seperangkat alat destilasi, filler dan Oven.

2. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah H2SO4 2 N, KOH 0,1 M, kloroform, lemak 0,27 g, fraksi I, etanol 96% (25 mL), tiosulfat 0,1 N, CH3OH, aquades, NH4OH pekat, larutan iod 0,1 N, etanol 96%, H2SO4 pekat, asam asetat anhidrat dan indikator PP.






C. Rancangan Percobaan

1. Uji salkowski



- Tabung I : terbentuk 2 lapisan, atas bawah bening.

- Tabung II

Fraksi I : larut. Berwarna kecoklatan. Tidak terbentuk lapisan

Fraksi II : Larut. Berwarna merah bata. Tidak terbentuk laipsan

Fraksi III : tidak larut, terbentuk 2 lapisan.















2. Uji Liberman – Buchard
3. Kromatografi Lapis Tipis



Semuauji yang dilakukan hasilnya negatif

















4. Penentuan Bil. Iod



Bilangan iod = 4314,94 mg iod /gr lemak

5. Bilangan Penyabunan



Bilangan penyabunan = 1400 mg KOH / gram lemak




















BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN



BAB V

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

Lampiran

1. Uji Salkowski
No Perlakuan Hasil Pengamatan
1. Tabung I : 1 mL CHCl3 + 1 mL H2SO4 Terbentuk 2 lapisan berwarna putih dan bening

Sebagai pembanding
2. Tabung II

0,01 gram fraksi I + 1 mL CHCl3 + 1 ml H2SO4

0,01 gram fraksi II + 1 mL CHCl3 + 1 ml H2SO4

0,01 gram fraksi III + 1 mL CHCl3 + 1 ml H2SO4



Tidak terbentuk lapisan. Larutan berwarna coklat

Tidak terbentuk lapisan. Larutan berwarna merah bata

Tidak larut, terbentuk lapisan

2. Uji Liberman – Buchard
No Perlakuan Hasil Pengamatan
1. Tabung I : 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4 Larutannya bening. Terbentuk 3 lapisan. Atas (keruh), tengah (bening), dan bawah (bening)

Sebagai pembanding
2. Tabung II :

0,01 gram fraksi I + 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4

0,01 gram fraksi II + 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4

0,01 gram fraksi III + 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4


Larutannya berwarna. Terbentuk 3 lapisan. Atas (merah muda), tengah (coklat tua), dan bawah (coklat muda)

Larutan keruh. Terbentuk 3 lapisan. Atas (keruh), tengah (bening), dan Bawah (kuning).

Larutan tidak larut. Terbentuk 2 lapisan. Atas (bening), dan bawah (keruh).
3. Kromatografi Kertas

Cat : Semua perlakuan yang dilakukan hasilnya negatif. Tidak terbentuk bercak dari tiap fraksi yang digunakan.

4. Penentuan Bilangan Iod

Dik: Vol. Na2S2O3 pada titrasi sampel = 19,8 mL

Vol. Na2S2O3 pada titrasi blanko = 23,2 mL

Massa lemak = 0,01 gram

[Na2S2O3] = 0,1 mg.ek/mL

Mr Iod = 126,91 mg/mmol

Dit: Bilangan Iod …?

Peny:

Angka iod = x N Na2S2O3 x Ar Iod

=

= 4314,94 mg iod / gr lemak

5. Penentuan Bilangan Penyabunan

Dik: Vol. KOH = 25 mL

BM KOH =56 mg/mmol

Massa lemak = 0,1 gram

[KOH] = 0,1 mmol/mL

Dit: Bilangan Penyabunan …?

Peny:

Bol. Penyabunan =

=

= 1400 mg KOH / gram lemak

LAPORAN SEMENTARA

PERCOBAAN IV

Hari, tanggal : Jumat, 19 November 2010

Judul : Ekstraksi dan pemisahan lipid kompleks

Data Pengamatan
No Perlakuan Hasil Pengamatan
1. Uji Salkowsi

Tabung I : 1 mL CHCl3 + 1 mL H2SO4





Tabung II

0,01 gram fraksi I + 1 mL CHCl3 + 1 ml H2SO4

0,01 gram fraksi II + 1 mL CHCl3 + 1 ml H2SO4

0,01 gram fraksi III + 1 mL CHCl3 + 1 ml H2SO4



Terbentuk 2 lapisan berwarna putih dan bening

Sebagai pembanding

Tidak terbentuk lapiasan. Larutan berwarna coklat

Tidak terbentuk lapisan. Larutan berwarna merah bata

Tidak larut, terbentuk lapisan

2. Uji Liberman – Buchard

Tabung I : 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4



Tabung II :

0,01 gram fraksi I + 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4

0,01 gram fraksi II + 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4

0,01 gram fraksi III + 2 mL CHCl3 + 1 mL CH3COOH + 2 mL H2SO4


Larutannya bening. Terbentuk 3 lapisan. Atas (keruh), tengah (bening), dan bawah (bening)

Sebagai pembanding

Larutannya berwarna. Terbentuk 3 lapisan. Atas (merah muda), tengah (coklat tua), dan bawah (coklat muda)

Larutan keruh. Terbentuk 3 lapisan. Atas (keruh), tengah (bening), dan Bawah (kuning).

Larutan tidak larut. Terbentuk 2 lapisan. Atas (bening), dan bawah (keruh).
3. Kromatografi kertas

0,01 g Farksi I dalam kloroform : etanol (3:2)

0,01 g Farksi II dalam kloroform : metanol (3:1)

0,01 g Farksi III dalam kloroform : metanol (3:1)

Semua perlakuak dielusi dengan CHCl3 : CH3OH : NH4OH pekat + dikeringkan diudara + dikeringankan dengan H2SO4 50 %

Dikeringkan dioven + dihitung Rf-nya


Tidak terbentuk bercak dari setiap fraksi yang digunakan.

Hasil uji yang dilakukan negatif
4. Penentuan bialangan Iod

0,01 gr Fraksi I dalam erlenmeyer + 20 mL akuades + 1 mL H2SO4 2 N dan 10 mL larutan iod 0,1 N + dititrasi dengan Na-tiosulfat 0,1 N

Dihitung bilangan iod


Larutan warna iod menghilang

Bilangan iod = 4314,94 mg iod / gr lemak

5. Bilangan Penyabunan

0,3 gr lemak dalam erlenmeyer + 25 mL etanol 90 % + 5 – 10 tetes indikator pp + ditirasi dengan KOH

Dihitung bilangan penyabunannya


Larutan berwarna merah muda

Bilangan penyabunan = 1400 mg KOH / gram lemak

No comments: